Cara Membedakan “Use” untuk Komunikasi yang Tepat

Bagaimana sih Cara Membedakan “Used To”, “Be Used To”, dan “Get Used To” untuk Komunikasi yang Tepat

 

Kamu tahu nggak sih kalau dalam labirin tata bahasa Inggris? ada beberapa konstruksi yang kerap menjebak pembelajar, dan salah satunya adalah trio “used to”, “be used to”, dan “get used to”.

 

Meskipun terlihat mirip, ketiga frasa ini membawa makna yang sangat berbeda dan digunakan dalam konteks yang spesifik. Memahami perbedaan mendasar ini adalah kunci untuk berkomunikasi dengan akurat dan menghindari kesalahpahaman.

 

Berikut ini penjelasannya secara singkatnya:

  1. Used To (Menceritakan Kebiasaan atau Kondisi Masa Lalu)

Frasa “used to” (diucapkan ‘yoo-st too’) selalu diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (bare infinitive).

 

Fungsinya adalah untuk menyatakan suatu kebiasaan, rutinitas, atau kondisi yang berlangsung di masa lalu, namun kini sudah tidak terjadi atau berubah. Ini sering kali menyiratkan kontras antara masa lalu dan masa kini.

 

* Contoh: “I used to live in a small town, but now I live in a big city.” (Dulu saya biasa tinggal di kota kecil, tapi sekarang saya tinggal di kota besar.)

* Contoh: “She used to have long hair when she was a child.” (Dulu dia berambut panjang saat masih kecil.)

* Bentuk Negatif: “I didn’t use to like coffee, but now I do.”

* Bentuk Tanya: “Did you use to play a musical instrument?”

 

  1. Be Used To (Menggambarkan Keakraban/Kenyamanan)

Frasa “be used to” (diucapkan ‘be yoo-st too’) ini menunjukkan bahwa seseorang sudah akrab, terbiasa, atau nyaman dengan suatu situasi, kondisi, atau aktivitas. Hal tersebut tidak lagi terasa aneh, sulit, atau asing. Kuncinya, setelah “be used to”, diikuti oleh kata benda (noun) atau kata kerja bentuk -ing (gerund). Perhatikan adanya kata kerja ‘be’ (am, is, are, was, were) sebelumnya.

 

* Contoh: “I am used to waking up early for my English class.” (Saya sudah terbiasa bangun pagi untuk kelas bahasa Inggris saya.)

* Contoh: “He is used to the noise from the street.” (Dia sudah terbiasa dengan suara bising dari jalan.)

* Contoh: “After living there for years, she was used to the spicy food.” (Setelah tinggal di sana bertahun-tahun, dia sudah terbiasa dengan makanan pedas.)

 

  1. Get Used To (Mengekspresikan Proses Adaptasi)

“Get used to” (diucapkan ‘get yoo-st too’) digunakan untuk menjelaskan proses di mana seseorang menjadi terbiasa dengan sesuatu yang sebelumnya tidak familiar, asing, atau menantang. Ini menekankan transisi dari belum terbiasa menjadi terbiasa. Sama seperti “be used to”, frasa ini diikuti oleh kata benda (noun) atau kata kerja bentuk -ing (gerund).

 

* Contoh: “It took me a few weeks to get used to driving on the left side of the road.” (Butuh beberapa minggu bagi saya untuk mulai terbiasa mengemudi di sisi kiri jalan.)

* Contoh: “Don’t worry, you’ll get used to the new routine soon.” (Jangan khawatir, kamu akan segera terbiasa dengan rutinitas baru itu.)

* Contoh: “She’s still getting used to her new job.” (Dia masih dalam proses terbiasa dengan pekerjaan barunya.)

Membedakan ketiga frasa ini memang butuh kesabaran dan banyak latihan.

 

Kunci utamanya adalah memahami apakah kamu berbicara tentang kebiasaan masa lalu (used to), kondisi terbiasa saat ini (be used to), atau proses menjadi terbiasa (get used to).

 

Semakin sering kamu berlatih dan memperhatikan konteks, semakin mahir kamu dalam menggunakannya. Agar kamu semakin mahir, yuk bergabung dengan Share-E Kampung Inggris Pare sekarang!

(Jessica N.A)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Share English Pare