English Camp SMPIT Mumtaza 2026 di Share-E Kampung Inggris Pare: Belajar Bahasa Inggris, Membangun Karakter, dan Menumbuhkan Kepercayaan Diri
PARE, KEDIRI – Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan dengan duduk di dalam kelas dan menghafalkan rumus tata bahasa. Melalui program English Camp SMPIT Mumtaza 2026 bersama Share-E Kampung Inggris Pare, para siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar bahasa Inggris secara lebih intensif, menyenangkan, dan aplikatif melalui perpaduan kegiatan akademik, praktik komunikasi, pembiasaan ibadah, serta pengalaman belajar di lingkungan Kampung Inggris.
Program yang berlangsung pada 4–11 Oktober 2026 ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami materi bahasa Inggris, tetapi juga dilatih membangun keberanian berbicara, meningkatkan keterampilan menulis, membiasakan diri menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, serta mengembangkan kedisiplinan dan kemandirian.
Dengan jadwal kegiatan yang terstruktur sejak dini hari hingga malam, English Camp SMPIT Mumtaza 2026 menjadi perjalanan pembelajaran yang memadukan penguatan kemampuan akademik, pembentukan karakter Islami, dan pengalaman kebersamaan yang berkesan.
Hari Pertama: Kedatangan dan Pengenalan Program English Camp
Ahad, 4 Oktober 2026, menjadi awal perjalanan para siswa SMPIT Mumtaza dalam mengikuti rangkaian English Camp di Kampung Inggris Pare. Para peserta diperkirakan tiba dan melakukan proses check-in pada pukul 14.00–15.00 WIB.
Setelah tiba di camp, para siswa mendapatkan waktu untuk beristirahat, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan mempersiapkan stamina sebelum menjalani kegiatan intensif pada hari-hari berikutnya. Sore hari diisi dengan pelaksanaan salat Ashar, dilanjutkan rangkaian ibadah, makan malam, dan salat Isya.
Memasuki malam hari, kegiatan berlanjut dengan Pretest of Writing & Speaking. Tes awal ini menjadi bagian penting untuk mengetahui kemampuan awal peserta dalam keterampilan menulis dan berbicara bahasa Inggris. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti program.
Agenda berikutnya adalah Welcome Speech bersama Mr Idris. Dalam sesi penyambutan ini, peserta diperkenalkan dengan program yang akan dijalani sekaligus menerima fasilitas pembelajaran berupa tote bag, modul, dan kaos.
Hari pertama kemudian ditutup dengan waktu istirahat. Para siswa diimbau untuk tidak keluar dari area camp terlebih dahulu agar kondisi fisik tetap terjaga dan mereka siap mengikuti jadwal kegiatan yang cukup padat pada hari-hari selanjutnya.
Hari Kedua hingga Hari Keenam: Belajar Bahasa Inggris dari Pagi hingga Malam
Senin, 5 Oktober, hingga Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi periode utama pembelajaran intensif. Selama lima hari, peserta mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui pendekatan teori, praktik, dan pembiasaan.
- Mengawali Hari dengan Ibadah dan Pembelajaran Kosakata
Aktivitas dimulai sejak pukul 03.00 WIB melalui tahajud, tilawah Al-Qur’an, dan salat Subuh. Pembiasaan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan sekaligus menjaga keseimbangan antara pengembangan kemampuan akademik dan spiritual.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi Astorexperience: Vocabulary pada pukul 05.00–05.30 WIB. Dalam sesi ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris sebagai bekal berkomunikasi selama program berlangsung.
Pembelajaran kosakata pada pagi hari diharapkan membantu siswa semakin terbiasa mengenali, mengingat, dan menggunakan kata-kata bahasa Inggris dalam berbagai situasi. Setelah sesi selesai, peserta bersiap untuk menjalani aktivitas berikutnya, termasuk sarapan dan persiapan masuk kelas.
- Applicative Grammar: Memahami Tata Bahasa melalui Praktik
Pada pukul 08.00–09.30 WIB, peserta mengikuti kelas Applicative Grammar. Materi disusun secara bertahap agar siswa dapat memahami struktur bahasa Inggris dan menerapkannya dalam kalimat yang benar.
Beberapa materi utama yang dipelajari meliputi:
- Parts of Speech (POS): mengenali jenis-jenis kata dan fungsinya dalam kalimat.
- Verbal Sentence: memahami pembentukan kalimat verbal.
- Non-Verbal Sentence: mempelajari pola kalimat nonverbal.
- Noun + Noun: memahami penggunaan dua kata benda dalam satu konstruksi.
- Noun + Adjective: mempelajari penggunaan kata sifat bersama kata benda.
- Pronoun: memahami kata ganti dan penggunaannya dalam komunikasi.
Materi grammar tidak hanya ditujukan agar siswa mampu menghafalkan pola kalimat. Lebih dari itu, pembelajaran diarahkan supaya peserta memahami bagaimana struktur bahasa Inggris digunakan secara tepat ketika menulis maupun berbicara.
Setelah jeda istirahat dan salat Duha, pembelajaran dilanjutkan dengan Grammatical Writing pada pukul 10.00–11.30 WIB. Dalam sesi ini, siswa berlatih menerapkan materi tata bahasa ke dalam bentuk tulisan.
Melalui latihan yang terarah, peserta diharapkan semakin mampu menyusun kalimat dengan struktur yang benar, mengembangkan ide secara lebih jelas, dan mengurangi kesalahan tata bahasa dalam tulisan berbahasa Inggris.
Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare: Pilih Program 2 Minggu, 1 Bulan atau 6 Bulan?
- Public Speaking: Melatih Keberanian Tampil di Depan Umum
Salah satu bagian penting dalam English Camp SMPIT Mumtaza 2026 adalah kelas Public Speaking yang berlangsung pada pukul 13.00–15.00 WIB.
Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta membangun kepercayaan diri ketika berbicara di depan orang lain menggunakan bahasa Inggris. Para siswa mempelajari bagian-bagian penting dalam sebuah penampilan, mulai dari pembukaan, penyampaian isi, hingga penutupan.
Materi disusun secara bertahap, mencakup:
- Opening + Memorizing, yaitu menyusun dan menghafalkan bagian pembukaan.
- Content + Memorizing, yaitu mempersiapkan isi materi dan melatih penyampaiannya.
- Closing + Memorizing, yaitu menyusun penutupan yang tepat.
- Rehearsal, yaitu berlatih menampilkan materi secara utuh.
Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar menyusun naskah pidato, tetapi juga berlatih mengingat materi, mengatur penyampaian, dan mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan audiens.
Latihan yang dilakukan secara bertahap diharapkan membantu siswa mengatasi rasa gugup dan membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan dalam bahasa Inggris.
- Grammatical Speaking: Berbicara dengan Struktur dan Pelafalan yang Tepat
Pada pukul 15.30–17.00 WIB, peserta mengikuti sesi Grammatical Speaking. Kelas ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan tata bahasa dengan kemampuan berbicara secara langsung.
Materi yang dipelajari meliputi Pronunciation & Accent, Tongue Twister, dan latihan percakapan bertema Introduction.
Dalam sesi pronunciation, siswa berlatih memperhatikan pelafalan kata agar komunikasi menjadi lebih jelas. Sementara itu, Tongue Twister digunakan sebagai latihan untuk meningkatkan kelancaran pengucapan dan melatih koordinasi ketika mengucapkan rangkaian kata dalam bahasa Inggris.
Peserta juga mempelajari percakapan perkenalan diri. Mereka berlatih menyampaikan informasi sederhana tentang diri sendiri, kemudian mempraktikkannya dalam berbagai kesempatan.
Pada Jumat, 9 Oktober, kegiatan Practice of Introduction dijadwalkan berlangsung di Senja Market. Aktivitas ini memberikan konteks praktik yang berbeda dari suasana kelas sehingga siswa dapat mencoba menggunakan bahasa Inggris dalam lingkungan yang lebih nyata.
Dengan latihan yang berulang, peserta diharapkan semakin terbiasa berbicara tanpa hanya bergantung pada hafalan dan semakin berani menyampaikan kalimat secara mandiri.
- Astorexperience: Menambah Kosakata dan Ekspresi Sehari-hari
Pembelajaran bahasa Inggris tidak berhenti ketika kelas formal selesai. Pada malam hari, peserta kembali mengikuti sesi Astorexperience yang berfokus pada pengayaan kosakata dan ekspresi bahasa Inggris.
Sesi ini dijadwalkan pada pukul 19.30–20.30 WIB. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas perbendaharaan kata sekaligus mengenal ekspresi yang dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Pembiasaan belajar secara konsisten menjadi salah satu keunggulan program English Camp. Peserta mendapatkan pengalaman menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pembelajaran terstruktur hingga latihan komunikasi yang lebih praktis.
Rangkaian kegiatan harian kemudian ditutup dengan waktu istirahat agar siswa dapat memulihkan tenaga sebelum kembali mengikuti aktivitas pada dini hari berikutnya.
Hari Ketujuh: Gladi Bersih Public Speaking dan Refreshing Mind
Sabtu, 10 Oktober 2026, menjadi hari yang berbeda dari rangkaian kelas intensif sebelumnya. Selain melanjutkan pembiasaan bahasa Inggris, peserta dijadwalkan mengikuti gladi bersih Public Speaking dan kegiatan penyegaran pikiran.
Hari dimulai pukul 03.00 WIB dengan tahajud, tilawah Al-Qur’an, dan salat Subuh. Setelah sesi Astorexperience dan persiapan diri, peserta melanjutkan aktivitas menuju kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Gladi Bersih sebagai Persiapan Penampilan
Pada pukul 07.45–09.00 WIB, siswa mengikuti Gladi Bersih Public Speaking. Sesi ini menjadi kesempatan untuk mempersiapkan penampilan sebelum menghadapi evaluasi dan penampilan akhir.
Peserta dapat memanfaatkan gladi bersih untuk memeriksa kesiapan materi, memperbaiki bagian yang masih kurang lancar, dan membiasakan diri dengan alur penyampaian pidato.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Taking Picture pada pukul 09.00–09.30 WIB sebagai bagian dari dokumentasi program.
Refreshing Mind di Masjid Baidhawi
Usai mengambil foto bersama, rombongan dijadwalkan menuju Masjid Baidhawi untuk mengikuti agenda Refreshing Mind sekaligus melaksanakan salat Dhuhur.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengambil jeda dari rutinitas pembelajaran intensif. Selain memberikan penyegaran, waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan antarpeserta dan menjaga semangat selama mengikuti program.
Dalam program pendidikan seperti English Camp, waktu penyegaran menjadi bagian yang penting. Proses belajar yang terstruktur perlu diimbangi dengan pengelolaan energi dan kesempatan untuk memulihkan konsentrasi.
Pada pukul 13.00–15.00 WIB, rombongan dijadwalkan kembali menuju camp dengan singgah di pusat oleh-oleh Pare. Setelah tiba, peserta melaksanakan salat Ashar dan melanjutkan agenda Evaluation of the Public Speaking pada pukul 16.00–17.30 WIB.
Evaluasi ini menjadi kesempatan untuk meninjau kesiapan dan perkembangan penampilan siswa, sekaligus membantu mereka mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi tahapan akhir.
Malam harinya, kegiatan kembali diisi dengan ibadah, makan malam, Astorexperience, dan istirahat.
Hari Kedelapan: Oral Evaluation, Final Test, dan Persiapan Bromo Show
Ahad, 11 Oktober 2026, menjadi salah satu hari penting dalam rangkaian English Camp SMPIT Mumtaza 2026. Pada hari ini, peserta mengikuti evaluasi lisan, latihan untuk Bromo Show, dan Final Test Public Speaking.
Oral Evaluation: Mengukur Pemahaman Grammar
Setelah menjalani tahajud, tilawah Al-Qur’an, salat Subuh, dan sesi kosakata pagi, peserta memasuki kelas Applicative Grammar pada pukul 08.00–09.30 WIB.
Berbeda dari pembelajaran materi pada hari-hari sebelumnya, sesi ini difokuskan pada Oral Evaluation. Evaluasi lisan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman terhadap materi tata bahasa melalui respons dan praktik secara langsung.
Melalui evaluasi ini, kemampuan siswa tidak hanya dilihat dari penguasaan materi secara tertulis, tetapi juga dari bagaimana mereka memahami dan menerapkannya ketika berkomunikasi.
Rehearsal for Bromo Show
Pada pukul 10.00–11.30 WIB, peserta mengikuti Public Speaking: Rehearsal for Bromo Show.
Sesi latihan ini menjadi bagian dari persiapan penampilan yang direncanakan untuk agenda Bromo Show. Peserta dapat kembali memantapkan materi, memperbaiki pelafalan, melatih kelancaran berbicara, dan membangun kepercayaan diri sebelum tampil.
Setelah istirahat dan makan siang, agenda dilanjutkan dengan Public Speaking Final Test pada pukul 13.00–15.00 WIB.
Dalam sesi ini, peserta dijadwalkan menampilkan kemampuan Public Speaking secara bergantian, satu per satu. Format tersebut memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan hasil latihan yang telah dijalani selama program.
Final Test juga menjadi momen untuk melihat perkembangan keterampilan berbicara, mulai dari penyampaian pembukaan, penguasaan isi, hingga penutupan presentasi.
Melanjutkan Praktik Introduction di Senja Market
Pada sore hari, pukul 15.30–17.00 WIB, peserta kembali mengikuti Grammatical Speaking dengan agenda Practice of Introduction in Senja Market.
Latihan ini memperkuat keterampilan yang sebelumnya telah dipelajari. Dengan melakukan praktik dalam lingkungan yang berbeda, siswa diharapkan semakin terbiasa memperkenalkan diri dan menggunakan bahasa Inggris secara lebih percaya diri.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali menjalani agenda perjalanan, ibadah, makan malam, Astorexperience, dan istirahat sesuai jadwal.
English Camp: Lebih dari Sekadar Belajar Bahasa Inggris
Rangkaian kegiatan English Camp SMPIT Mumtaza 2026 menunjukkan bahwa proses belajar bahasa Inggris dapat dikembangkan melalui pendekatan yang menyeluruh. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan berbahasa dalam berbagai situasi.
Melalui Applicative Grammar dan Grammatical Writing, siswa berlatih memahami struktur bahasa serta menerapkannya dalam tulisan. Melalui Grammatical Speaking, mereka belajar menghubungkan tata bahasa dengan pelafalan dan percakapan. Sementara itu, kelas Public Speaking memberikan ruang bagi peserta untuk melatih keberanian, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kesiapan tampil di depan umum.
Pembiasaan ibadah, pengaturan jadwal, serta kegiatan bersama juga menjadi bagian penting dari pengalaman selama mengikuti program. Siswa belajar menjalani aktivitas secara teratur, menghargai waktu, dan membangun kebersamaan dengan teman-teman.
Bagi Share-E Kampung Inggris Pare, program seperti ini merupakan kesempatan untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran bahasa Inggris yang terarah dan aplikatif. Lingkungan belajar yang mendukung, latihan yang berulang, serta evaluasi kemampuan menjadi unsur penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasa.
Melalui English Camp SMPIT Mumtaza 2026, diharapkan para peserta dapat membawa pulang lebih dari sekadar materi pembelajaran. Mereka diharapkan semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris, lebih berani menyampaikan pendapat, memiliki kebiasaan belajar yang baik, dan memperoleh pengalaman berharga selama menjalani kegiatan di Kampung Inggris Pare.
Share-E Kampung Inggris Pare — Belajar Bahasa Inggris dari Nol, Sistematis, dan Lebih Percaya Diri!
PILIH PROGRAM DISINI PROGRAM KURSUS


