Lima Kali Gagal, Satu Keputusan yang Mengubah Hidup
Halo, saya Muzaki, alumni JET Batch 2 Share-E Kampung Inggris.
Dulu, saya pernah menulis sebuah impian sederhana:
saya ingin bisa berbahasa Inggris saat kuliah.
Terdengar biasa, tapi bagi saya… itu terasa sangat jauh.
Saya tidak tahu harus mulai dari mana.
Setiap kali berhadapan dengan bahasa Inggris, yang muncul bukan semangat—melainkan takut, bingung, dan rasa tidak mampu.
Saya sempat mencoba belajar sendiri melalui YouTube. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Tapi hasilnya? Tidak ada perubahan yang benar-benar terasa.
Sampai akhirnya… saya berhenti.
Bukan karena tidak mau, tapi karena merasa tidak bisa.
Puncaknya adalah saat saya harus menghadapi tes bahasa Inggris sebagai syarat wisuda.
Saya gagal.
Sekali… dua kali… tiga kali…
Sampai lima kali saya tetap tidak mampu mencapai passing grade.
Di titik itu, kepercayaan diri saya benar-benar runtuh.
Saya mulai percaya bahwa mungkin… bahasa Inggris memang bukan untuk saya.
Suatu hari, ayah saya berkata,
“Coba saja ke Pare.”
Jujur, saya langsung menolak.
Bagi saya, pergi ke Pare berarti kembali menghadapi sesuatu yang selama ini saya hindari. Saya sudah cukup lelah dengan rasa gagal.
Tapi ayah saya tidak berhenti meyakinkan.
Dan entah kenapa, kali ini saya memilih untuk mencoba lagi.
Bukan karena yakin bisa… tapi karena tidak ingin terus merasa gagal.
Saya mulai bertanya ke teman di Malang.
Satu nama yang dia sebutkan: Share-E Kampung Inggris.
Saya pun membuka website-nya.
Membaca setiap programnya… perlahan hati saya mulai tenang.
Untuk pertama kalinya, saya merasa menemukan sesuatu yang benar-benar saya butuhkan:
belajar dari nol, terarah, dan punya tujuan jelas.
Tanpa banyak berpikir, saya mengambil keputusan besar:
mendaftar program JET selama 6 bulan.
Hari-hari pertama tidak mudah.
Saya masih membawa rasa takut.
Masih ragu dengan diri sendiri.
Masih sering merasa tertinggal.
Tapi ada sesuatu yang berbeda di Share-E.
Para tutor tidak hanya mengajar… mereka memahami.
Mereka tidak hanya menjelaskan… mereka membimbing.
Sedikit demi sedikit, saya mulai mengerti.
Hal-hal yang dulu terasa mustahil, mulai terasa masuk akal.
Saya akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini menghantui saya:
“Kenapa orang lain bisa bahasa Inggris?”
“Apa sebenarnya dasar paling penting untuk memahaminya?”
Dan yang paling penting…
saya mulai percaya lagi pada diri saya sendiri.
Waktu terus berjalan.
Tanpa saya sadari, saya yang dulu selalu gagal…
perlahan berubah menjadi seseorang yang mampu memahami dan menggunakan bahasa Inggris dengan baik.
Dan puncaknya adalah saat saya mendapatkan kepercayaan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya:
Saya diminta menjadi tutor di program JET berikutnya.
Saya terdiam.
Dulu, saya adalah orang yang gagal lima kali.
Sekarang… saya diminta untuk mengajar.
Terima kasih untuk Share-E.
Terima kasih untuk para tutor luar biasa:
Mr. Gud, Miss Nova, dan Mr. Idris.
Kalian bukan hanya mengajarkan saya bahasa Inggris.
Kalian mengajarkan saya tentang harapan… tentang proses… dan tentang bangkit dari kegagalan.
Hari ini saya sadar,
bukan karena saya pintar, saya bisa sampai di titik ini.
Tapi karena saya tidak berhenti mencoba.
Dan Share-E…
bukan hanya tempat saya belajar.
Ini adalah rumah kedua yang mengubah hidup saya.




