Sering Salah Ucap Bahasa Inggris? Mungkin Kamu Masih Melakukan Kesalahan Ini Kenapa Orang Indonesia Sering Salah Pronunciation?

Sering Salah Ucap Bahasa Inggris? Mungkin Kamu Masih Melakukan Kesalahan Ini

Kenapa Orang Indonesia Sering Salah Pronunciation?

Banyak orang Indonesia merasa sudah memiliki cukup banyak kosakata dan memahami grammar, tetapi tetap kesulitan saat berbicara dalam bahasa Inggris. Salah satu penyebab utamanya adalah pronunciation atau pelafalan yang kurang tepat.

Hal ini sangat wajar karena bahasa Indonesia memiliki sistem bunyi yang berbeda dengan bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, hampir semua kata dibaca sesuai tulisannya. Sebaliknya, bahasa Inggris memiliki banyak pengecualian sehingga ejaan dan cara membacanya sering kali tidak sama.

Akibatnya, banyak pelajar Indonesia terbiasa membaca kata bahasa Inggris seperti membaca bahasa Indonesia. Kebiasaan inilah yang membuat pronunciation terdengar kurang natural dan terkadang sulit dipahami oleh lawan bicara, terutama native speaker.

Kabar baiknya, kesalahan pronunciation dapat diperbaiki dengan latihan yang konsisten. Langkah pertama adalah mengetahui kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan.

  1. Membaca Kata Sesuai Ejaan

Kesalahan paling umum adalah mengucapkan setiap huruf seperti dalam bahasa Indonesia.

Contoh:

  • Comfortable → sering dibaca kom-for-ta-bel
  • Yang benar lebih mendekati KUMF-ter-bəl
  • Vegetable → sering dibaca ve-ge-ta-ble
  • Yang benar lebih mendekati VEJ-tə-bəl
  • Chocolate → sering dibaca cho-co-late
  • Yang benar lebih mendekati CHOK-lit

Dalam bahasa Inggris, banyak suku kata yang dipersingkat atau bahkan “menghilang” saat diucapkan.

  1. Tidak Membedakan Bunyi /iː/ dan /ɪ/

Banyak orang Indonesia menganggap kedua bunyi ini sama karena dalam bahasa Indonesia hanya ada satu bunyi “i”.

Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Contoh:

  • Sheep ≠ Ship
  • Leave ≠ Live
  • Beach ≠ Bitch
  • Seat ≠ Sit

Kesalahan kecil pada vokal bisa mengubah arti kalimat secara keseluruhan.

  1. Mengucapkan Semua Huruf

Bahasa Indonesia hampir selalu melafalkan semua huruf. Bahasa Inggris tidak demikian.

Contoh:

  • Knife → huruf K tidak dibaca.
  • Honest → huruf H tidak dibaca.
  • Lamb → huruf B tidak dibaca.
  • Write → huruf W tidak dibaca.
  • Island → huruf S tidak dibaca.

Jika semua huruf dibaca, pronunciation akan terdengar tidak alami.

  1. Sulit Mengucapkan Bunyi “TH”

Bunyi TH merupakan salah satu tantangan terbesar bagi penutur bahasa Indonesia.

Sering kali berubah menjadi:

  • Think → Tink
  • Three → Tree
  • Thank → Tank
  • This → Dis
  • That → Dat

Padahal terdapat dua jenis bunyi TH:

  • /θ/ seperti pada think, thank, three
  • /ð/ seperti pada this, that, those

Latihan posisi lidah sangat penting untuk menguasai bunyi ini.

  1. Tidak Memberikan Word Stress

Bahasa Inggris memiliki tekanan kata (word stress), sedangkan bahasa Indonesia relatif datar.

Contoh:

  • PRE-sent (hadiah)
  • pre-SENT (menyajikan)
  • RE-cord (kata benda)
  • re-CORD (kata kerja)

Jika tekanan salah, pendengar mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami maksud pembicara.

  1. Semua Huruf “A” Dibaca Sama

Dalam bahasa Inggris, huruf A memiliki banyak bunyi.

Contoh:

  • Cat
  • Car
  • Call
  • Any
  • About

Kelimanya menggunakan huruf A tetapi pelafalannya berbeda.

Karena terbiasa dengan satu bunyi “a”, orang Indonesia sering mengucapkannya secara seragam.

  1. Tidak Mengenal Bunyi Schwa (ə)

Schwa merupakan bunyi yang paling sering muncul dalam bahasa Inggris.

Contoh:

  • About
  • Banana
  • Support
  • Teacher
  • Problem

Banyak orang mengucapkannya terlalu jelas, padahal schwa adalah bunyi yang pendek, ringan, dan santai.

Menguasai schwa akan membuat speaking terdengar jauh lebih natural.

Baca juga: Panduan Anti Minder! Belajar Pronunciation Bahasa Inggris Secara Mandiri

  1. Huruf Akhir Tidak Diucapkan

Sebagian orang justru menghilangkan bunyi di akhir kata.

Contoh:

  • Need → Nee
  • Want → Wan
  • Best → Bes
  • Help → Hel

Padahal bunyi akhir sangat penting karena sering menunjukkan makna atau bentuk grammar.

Misalnya:

  • Walk
  • Walked

Perbedaannya hanya pada bunyi akhir, tetapi artinya berbeda.

 

  1. Salah Mengucapkan Akhiran -ED

Akhiran -ed tidak selalu dibaca “ed”.

Terdapat tiga cara membaca:

  • Worked → /t/
  • Played → /d/
  • Wanted → /ɪd/

Banyak pelajar selalu mengucapkannya sebagai “ed”, sehingga terdengar kurang alami.

 

  1. Salah Mengucapkan Akhiran -S

Akhiran -s juga memiliki tiga bunyi.

Contoh:

  • Books → /s/
  • Dogs → /z/
  • Watches → /ɪz/

Mengucapkan semuanya sebagai “s” merupakan kesalahan yang sangat umum.

 

  1. Terlalu Kaku Saat Berbicara

Banyak orang berusaha mengucapkan setiap kata dengan sangat jelas.

Padahal dalam percakapan sehari-hari, penutur asli sering menggunakan connected speech.

Contohnya:

  • Want to → Wanna
  • Going to → Gonna
  • Let me → Lemme
  • Give me → Gimme
  • Did you → Didja

Memahami bentuk-bentuk ini akan membuat kemampuan listening dan speaking meningkat secara signifikan.

 

  1. Tidak Melatih Intonation

Pronunciation bukan hanya soal bunyi huruf, tetapi juga intonasi.

Bandingkan:

“I like it.”

Kalimat tersebut bisa terdengar:

  • Senang
  • Kecewa
  • Heran
  • Sarkastik
  • Bersemangat

Semuanya bergantung pada intonasi.

Karena terbiasa menggunakan pola intonasi bahasa Indonesia, banyak pembelajar terdengar monoton ketika berbicara dalam bahasa Inggris.

 

Cara Memperbaiki Pronunciation

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan setiap hari:

  • Dengarkan native speaker melalui podcast, YouTube, film, atau berita berbahasa Inggris.
  • Gunakan teknik shadowing, yaitu meniru ucapan penutur asli secara langsung.
  • Rekam suara sendiri lalu bandingkan dengan audio asli.
  • Fokus mempelajari satu bunyi setiap hari daripada mencoba memperbaiki semuanya sekaligus.
  • Pelajari pola word stress, sentence stress, dan intonation.
  • Biasakan membaca dengan suara keras agar otot mulut terbiasa menghasilkan bunyi bahasa Inggris.
  • Berlatih berbicara dengan teman atau tutor agar mendapatkan koreksi secara langsung.
  • Konsisten berlatih sedikit demi sedikit setiap hari daripada belajar lama tetapi jarang.

Kesalahan pronunciation adalah hal yang dialami hampir semua pembelajar bahasa Inggris di Indonesia. Perbedaan sistem bunyi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris membuat kita perlu waktu untuk beradaptasi. Namun, dengan latihan yang tepat dan konsisten, kemampuan pelafalan dapat meningkat secara signifikan.

Ingat, tujuan utama pronunciation bukan sekadar terdengar seperti native speaker, tetapi agar ucapan kita jelas, mudah dipahami, dan membuat komunikasi berjalan dengan lancar. Semakin baik pronunciation, semakin percaya diri pula kita saat berbicara dalam bahasa Inggris.

Tingkatkan Pronunciation Bersama Share-E Kampung Inggris Pare

Ingin belajar pronunciation dengan metode yang praktis, menyenangkan, dan dibimbing langsung oleh tutor berpengalaman? Share-E Kampung Inggris Pare siap membantu kamu meningkatkan kemampuan speaking dari dasar hingga percaya diri berbicara dalam berbagai situasi.

Di Share-E, kamu akan belajar pengucapan yang benar, latihan speaking setiap hari, teknik shadowing, perbaikan intonasi, hingga tips agar terdengar lebih natural saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Program belajar dirancang untuk pemula maupun yang ingin meningkatkan kemampuan ke level berikutnya.

Jangan biarkan pronunciation menjadi penghambat kemampuan bahasa Inggrismu. Mulailah belajar bersama Share-E Kampung Inggris Pare dan rasakan perkembangan speaking yang lebih cepat, lebih percaya diri, dan lebih mudah dipahami oleh lawan bicara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Share English Pare