Kenapa Nulis Bahasa Inggris Lebih Ribet dari Speaking? Ini Jawabannya
Banyak orang yang merasa belajar bahasa Inggris itu sudah cukup lama, tapi tetap kesulitan saat harus menulis. Padahal, sudah hafal banyak kosakata, sudah paham grammar dasar, bahkan sering membaca teks berbahasa Inggris. Lalu, kenapa writing skills tetap terasa paling sulit dibanding skill lainnya?
Faktanya, menulis dalam bahasa Inggris memang punya tantangan tersendiri. Yuk, kita bahas satu per satu penyebabnya.
- Writing Menggabungkan Banyak Skill Sekaligus
Berbeda dengan listening atau reading, writing menuntut kita menggunakan grammar, vocabulary, struktur kalimat, dan logika berpikir dalam satu waktu.
Saat menulis, kamu harus:
- Memilih kosakata yang tepat
- Menyusun kalimat yang grammatically correct
- Menghubungkan ide agar runtut dan mudah dipahami
Kalau salah satu saja belum kuat, tulisan akan terasa kaku atau tidak natural.
- Takut Salah Grammar
Salah satu penyebab terbesar writing terasa sulit adalah rasa takut salah.
Takut salah tenses, salah preposition, atau salah susunan kalimat akhirnya bikin:
- Ragu memulai menulis
- Terlalu lama mikir satu kalimat
- Malah berhenti sebelum tulisan selesai
Padahal, kesalahan adalah bagian penting dari proses belajar menulis.
- Kurang Vocabulary Aktif
Banyak pelajar punya vocabulary pasif (paham saat membaca atau mendengar), tapi belum bisa menggunakannya saat menulis.
Akhirnya, ide sudah ada di kepala, tapi:
- Bingung memilih kata yang tepat
- Mengulang kosakata yang sama terus
- Merasa tulisan kurang variatif
Ini membuat writing terasa melelahkan dan membosankan.
Baca Juga:
Writing Skills dan Hubungannya dengan Grammar & Vocabulary
-
Jarang Latihan Menulis
Writing bukan skill yang bisa dikuasai hanya dengan teori.
Tanpa latihan rutin:
- Sulit menuangkan ide ke dalam tulisan
- Kalimat terasa kaku dan tidak mengalir
- Perkembangan terasa lambat
Sayangnya, banyak orang lebih sering latihan reading atau listening, tapi jarang melatih writing.
- Sulit Mengembangkan Ide
Masalah writing bukan cuma bahasa, tapi juga pengembangan ide.
Beberapa orang bingung:
- Mau mulai dari mana
- Bagaimana menyusun paragraf pembuka
- Cara menghubungkan satu ide dengan ide lainnya
Akibatnya, tulisan jadi pendek, meloncat-loncat, atau tidak fokus.
- Tidak Terbiasa dengan Struktur Tulisan Bahasa Inggris
Struktur tulisan bahasa Inggris berbeda dengan bahasa Indonesia.
Mulai dari:
- Pola paragraf
- Cara menyampaikan opini
- Penggunaan transition words
Kalau belum terbiasa, tulisan akan terasa “Indonesia banget” meskipun pakai bahasa Inggris.
Writing skills sulit karena menuntut banyak hal sekaligus: penguasaan bahasa, keberanian mencoba, kebiasaan latihan, dan kemampuan menyusun ide. Tapi kabar baiknya, writing bukan bakat—melainkan skill yang bisa dilatih.
Semakin sering menulis, semakin terbiasa kamu menuangkan ide, semakin berkurang rasa takut salah, dan semakin rapi tulisanmu.
Kalau kamu ingin belajar writing dengan bimbingan yang terarah, latihan rutin, dan feedback langsung, Share-E Kampung Inggris Pare siap menemani proses belajarmu. Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dibiasakan praktik menulis secara konsisten sampai percaya diri ✍




