Antara TOEFL dan IELTS, pilih yang mana yaaa???
Halooo Share-Ers… sebenarnya apa sihh perbedaan TOEFL dan IELTS?? Siapa yang masih mengira kalau IELTS dan TOEFL itu sama? Kalian enggak salah, kok, karena dua tes ini sama-sama menguji kemampuan Bahasa Inggris. Tapi, ada perbedaan IELTS dan TOEFL yang harus kalian ketahui??

Kegunaan Tes
IELTS lebih umum diterima di universitas-universitas di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa. IELTS juga diterima di beberapa universitas di Amerika Serikat dan Kanada, terutama untuk program sarjana.
Nah, rata-rata universitas mensyaratkan IELTS 7.0+ untuk para calon mahasiswa. Lumayan tinggi, kan? Makanya wajib banget mulai persiapan sekarang!
Selain itu, IELTS sering digunakan sebagai bukti kemampuan Bahasa Inggris untuk keperluan imigrasi dan syarat bekerja ke negara-negara berbahasa Inggris, seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris.
Sementara itu, sebagian besar universitas di Amerika Serikat dan Kanada mewajibkan TOEFL untuk mahasiswa internasional. TOEFL juga diterima di banyak universitas di seluruh dunia, terutama untuk program Pascasarjana.
Bahasa Inggris Yang Digunakan
Perbedaan pertama, dari segi penggunaan jenis atau aksen Bahasa Inggris.
IELTS diselenggarakan dari hasil kerja sama antara British Council, Cambridge Assessment English, dan IDP Australia.
Cambridge Assessment English bertugas menulis dan mengelola IELTS, sementara British Council dan IDP Australia bertanggung jawab melaksanakan tes di seluruh dunia.
Oleh karena itu, jenis Bahasa Inggris dalam Tes IELTS lebih beragam, seperti British (Inggris), Australia, Kanada, dan Amerika.
Sementara itu, TOEFL dimiliki, ditulis, dan dikelola sepenuhnya oleh Educational Testing Service (ETS) di Amerika. Maka, TOEFL hanya menggunakan Bahasa Inggris Amerika dalam tesnya.
Format Tes
IELTS dan TOEFL iBT sama-sama memiliki empat bagian: listening (mendengarkan), reading (membaca), writing (menulis), dan speaking (berbicara).
Keduanya pun bisa dikerjakan secara paper-based dan computer-based.
Durasi
IELTS berdurasi total sekitar 2 jam 45 menit. Sementara TOEFL iBT berdurasi total sekitar 3.5 – 4 jam.
Cara Menjawab Bagian Speaking
TOEFL iBT dan IELTS sama-sama memiliki bagian speaking (berbicara). Namun, kedua tes ini memiliki cara berbeda untuk menilai jawaban.
IELTS dinilai langsung oleh penguji melalui interaksi, baik secara langsung melalui video call. Sedangkan, TOEFL dinilai berdasarkan rekaman audio jawaban peserta yang kemudian dievaluasi oleh beberapa penilai.
Materi Ujian
Dalam IELTS, materi ujian cenderung lebih umum dan mencakup berbagai topik sehari-hari. Contohnya, kalian mungkin akan menemukan bacaan tentang perjalanan, hobi, lingkungan, budaya, atau isu-isu sosial terkini.
Sementara dalam TOEFL, materi ujian lebih fokus pada literasi akademik, seperti membaca artikel ilmiah dan mendengarkan kuliah.
Jenis Tes
TOEFL dan IELTS juga berbeda dari jenis tesnya, lho!
IELTS memiliki dua jenis tes, yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training.
- IELTS Academic – Bertujuan untuk studi di universitas atau institusi pendidikan tinggi;
- IELTS General Training – Bertujuan untuk imigrasi atau pekerjaan di negara-negara berbahasa Inggris.
Sementara TOEFL terdiri dari beberapa jenis, seperti:
- TOEFL PBT (Paper-Based Test) – Menggunakan media kertas dan terdiri dari tiga bagian, yaitu reading, listening, dan structure;
- TOEFL iBT (Internet-Based Test) – Menggunakan komputer dan terdiri dari empat bagian, yaitu Listening, reading, writing, dan speaking;
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program) – Digunakan oleh institusi pendidikan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris siswanya, enggak diakui luas di luar lingkungan institusi tertentu.
Sistem Penilaian
- Skor keseluruhan TOEFL berkisar antara 0 hingga 120. Setiap bagian (reading, listening, speaking, writing) memiliki skor maksimum 30.
Contoh: Kalau skor kalian adalah 25 (reading), 28 (listening), 22 (speaking), dan 20 (writing), maka perhitungannya adalah: 25 + 28 + 22 + 20 = 95.
- Sementara itu, IELTS memiliki skor keseluruhan dan skor setiap bagian antara 1 hingga 9. Skor IELTS selalu diberikan dalam kelipatan 0.5, seperti 6.5, 7.0, 7.5, dan seterusnya. Contoh: Kalau skor kalian adalah 7.0 (listening), 6.5 (reading), 7.5 (writing), dan 8.0 (speaking), maka perhitungannya adalah: (7.0 + 6.5 + 7.5 + 8.0) / 4 = 7.25. Hasil ini dibulatkan menjadi 7.5.
Biaya Tes
Kalian harus menyiapkan budget berbeda untuk mengikuti Tes TOEFL atau IELTS. Biaya TOEFL biasanya lebih murah dari IELTS.
- Biaya tes TOEFL ITP berkisar antara Rp500 ribu – Rp600 ribu. Sedangkan, biaya TOEFL iBT sekitar Rp2,5–3 juta.
- Sementara itu, untuk Ujian IELTS, kalian harus menyiapkan budget sekitar Rp3–3,5 juta.
Lokasi Tes
- Tes IELTS diselenggarakan oleh dua lembaga utama, yaitu British Council dan IDP Education. Lokasi Tes IELTS tersebar di berbagai kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan lainnya.
- Sementara itu, Tes TOEFL resmi diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service). Beberapa tempat resmi di Indonesia, antara lain International Test Center (ITC), International Language Program, SUN Education Group, dan Lembaga Bahasa Universitas Indonesia.
Naaahh setelah mempelajari apa itu TOEFL, maupun IELTS semakin memahamkan bahwa kedua tes terebut sama sama penting, tergantung di gunakan untuk apa tes tersebut. Ingin belajar bahasa inggris dari nol dan sistematis??? Yukk buruan bergabung bersama kami, di Share-E kampong inggris pare
(Triyana Purnama)

