Cara Membedakan Bunyi /v/ dan /f/ dengan Mudah
Pernah mengucapkan kata “very”, tetapi terdengar seperti “fery”? Atau saat mengatakan “five”, bunyinya malah seperti “fife”? 😅
Kalau pernah, jangan khawatir. Kamu bukan satu-satunya!
Bunyi /v/ dan /f/ memang sering membuat pelajar bahasa Inggris di Indonesia bingung karena keduanya dihasilkan dari posisi mulut yang hampir sama. Perbedaannya terletak pada satu hal penting: getaran pita suara.
Kesalahan membedakan /v/ dan /f/ juga bisa membuat pronunciation terdengar kurang jelas, bahkan dalam beberapa kata dapat mengubah makna.
Nah, bagaimana cara membedakannya dengan mudah? Yuk, pelajari step by step!
Apa Itu Bunyi /f/ dan /v/?
Sebelum latihan, kita perlu memahami karakter kedua bunyi ini.
Bunyi /f/
Bunyi /f/ termasuk voiceless consonant, yaitu bunyi yang dihasilkan tanpa getaran pita suara.
Contohnya:
- fan
- fine
- food
- coffee
- life
Saat mengucapkan /f/, udara keluar melalui celah antara gigi atas dan bibir bawah.
Bunyi /v/
Sementara itu, /v/ termasuk voiced consonant, yaitu bunyi yang melibatkan getaran pita suara.
Contohnya:
- van
- very
- voice
- seven
- love
Menariknya, posisi bibir dan gigi untuk /v/ hampir sama dengan /f/.
Lalu apa yang membedakan?
Getaran pita suara.
Perbedaan Utama /f/ dan /v/
Cara paling gampang untuk membedakan keduanya adalah dengan menggunakan tangan.
Tempelkan tangan atau dua jari secara ringan di bagian depan leher.
Kemudian ucapkan:
/ffff/
Biasanya kamu tidak akan merasakan getaran yang berarti.
Sekarang coba:
/vvvv/
Kamu akan merasakan adanya getaran pada tenggorokan.
Inilah kunci utamanya:
/f/ = tidak bergetar
/v/ = bergetar
Jadi, meskipun posisi mulutnya hampir sama, suara yang dihasilkan berbeda.
Baca juga:
Jangan Sampai Salah! Ini Cara Mengucapkan Kata-Kata Populer Bahasa Inggris
Cara Mengucapkan Bunyi /f/ dengan Benar
Untuk menghasilkan bunyi /f/, ikuti langkah berikut:
- Letakkan gigi atas di atas bibir bawah
Jangan menggigit bibir terlalu kuat.
Posisinya cukup ringan sehingga udara masih bisa keluar.
- Dorong udara keluar
Hembuskan udara melalui celah antara gigi dan bibir.
- Jangan getarkan pita suara
Coba sentuh tenggorokanmu.
Seharusnya tidak ada getaran yang kuat.
Latih dengan:
fffff…
Panjangkan bunyinya selama beberapa detik.
Cara Mengucapkan Bunyi /v/ dengan Benar
Sekarang kita beralih ke /v/.
Posisi mulutnya hampir sama.
- Letakkan gigi atas pada bibir bawah
Sama seperti ketika membuat bunyi /f/.
- Keluarkan udara
Tetap biarkan udara keluar melalui celah tersebut.
- Getarkan pita suara
Nah, ini bagian pentingnya.
Saat menghasilkan bunyi /v/, pita suara harus bergetar.
Coba:
vvvvv…
Sentuh tenggorokan dan rasakan getarannya.
Kalau sudah terasa bergetar, berarti kamu mulai mendapatkan bunyi /v/ yang benar.
Trik Sederhana: Tes Getaran
Masih bingung?
Gunakan metode “Touch Your Throat”.
Caranya:
Step 1: Tempelkan tangan di tenggorokan.
Step 2: Ucapkan /f/.
Step 3: Ucapkan /v/.
Step 4: Bandingkan sensasinya.
Kalau /f/ terasa tidak bergetar sedangkan /v/ terasa bergetar, berarti kamu sudah memahami perbedaannya.
Latihan ini sederhana, tetapi sangat efektif untuk pemula.
Contoh Kata dengan Bunyi /f/
Berikut beberapa kata yang memiliki bunyi /f/:
| Kata | Bunyi /f/ |
| fan | /f/ |
| fine | /f/ |
| food | /f/ |
| fish | /f/ |
| coffee | /f/ |
| life | /f/ |
| safe | /f/ |
| laugh | /f/ |
Coba ucapkan perlahan, kemudian tingkatkan kecepatannya.
Contoh Kata dengan Bunyi /v/
Sekarang latihan dengan bunyi /v/:
| Kata | Bunyi /v/ |
| van | /v/ |
| very | /v/ |
| voice | /v/ |
| video | /v/ |
| visit | /v/ |
| seven | /v/ |
| love | /v/ |
| move | /v/ |
Jangan lupa: rasakan getaran di tenggorokan.
Latihan Minimal Pair /f/ dan /v/
Salah satu cara terbaik untuk melatih perbedaan kedua bunyi ini adalah menggunakan minimal pairs.
Minimal pair adalah dua kata yang memiliki perbedaan pada satu bunyi.
Coba perhatikan:
- Fan – Van
fan → /f/
van → /v/
Perbedaannya hanya pada bunyi awal.
- Fine – Vine
fine → /f/
vine → /v/
- Safe – Save
safe → /f/
save → /v/
- Life – Live
life → /f/
live → /v/
Perhatikan bahwa perubahan satu bunyi saja dapat menghasilkan kata dengan makna berbeda.
Kenapa Orang Indonesia Sering Kesulitan dengan /v/?
Salah satu penyebabnya adalah bunyi /v/ tidak memiliki padanan yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia sehari-hari.
Akibatnya, beberapa pelajar cenderung mengganti /v/ dengan bunyi yang lebih familiar.
Misalnya:
very terdengar seperti fery.
Padahal, /v/ dan /f/ berbeda.
Selain itu, sebagian orang juga mengubah /v/ menjadi /p/ atau /b/, tergantung kebiasaan pengucapan.
Karena itu, latihan artikulasi sangat penting.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengucapkan /v/ sebagai /f/
Contoh:
❌ very → terdengar seperti bunyi /f/
✅ Pastikan ada getaran ketika mengucapkan /v/.
- Mengucapkan /f/ terlalu bersuara
Ada pelajar yang memberikan getaran pada /f/ sehingga bunyinya mendekati /v/.
Ingat:
/f/ = voiceless
/v/ = voiced
- Menggunakan posisi bibir yang salah
Jangan menutup bibir seperti ketika mengucapkan /p/ atau /b/.
Untuk /f/ dan /v/, gigi atas menyentuh atau mendekati bibir bawah.
- Hanya Mengandalkan Ejaan
Jangan belajar pronunciation hanya berdasarkan tulisan.
Bahasa Inggris memiliki banyak pola spelling yang tidak selalu mudah ditebak dari tulisannya.
Karena itu, biasakan mendengarkan pronunciation sekaligus melihat contoh penggunaannya dalam kalimat.
Latihan /f/ dan /v/ Selama 5 Menit
Tidak perlu latihan lama. Kamu bisa mencoba latihan singkat berikut setiap hari.
Menit 1: Latihan /f/
Ucapkan:
fffff
Ulangi 5–10 kali.
Fokus pada udara yang keluar tanpa getaran.
Menit 2: Latihan /v/
Ucapkan:
vvvvv
Ulangi 5–10 kali.
Fokus pada getaran tenggorokan.
Menit 3: Bandingkan
Ucapkan bergantian:
/f/ – /v/ – /f/ – /v/
Rasakan perbedaannya.
Menit 4: Latihan Kata
Ucapkan:
- fan – van
- fine – vine
- safe – save
- life – live
Menit 5: Gunakan dalam Kalimat
Contohnya:
I have five very good friends.
Atau:
The van is very fast.
Ulangi beberapa kali sampai terdengar lebih natural.
Tips Agar Pronunciation Makin Cepat Berkembang
- Latihan di Depan Cermin
Perhatikan posisi gigi dan bibir saat mengucapkan /f/ dan /v/.
Ini membantu kamu mengetahui apakah posisi mulut sudah benar.
- Rekam Suara Sendiri
Coba rekam ketika mengucapkan minimal pairs.
Kemudian dengarkan kembali.
Apakah fan dan van terdengar berbeda?
Kalau masih terdengar sama, ulangi latihan.
- Jangan Takut Berlebihan Saat Mengucapkan /v/
Pada awal belajar, kamu mungkin merasa bunyi /v/ harus dibuat sangat kuat.
Tidak perlu.
Yang penting adalah ada getaran pita suara dan posisi artikulator tepat.
Setelah terbiasa, bunyinya akan menjadi lebih natural.
- Latihan dalam Kalimat
Jangan berhenti pada pengucapan kata.
Setelah bisa mengucapkan kata secara terpisah, masukkan ke dalam kalimat.
Contoh:
Very good!
Five people are coming.
I love this movie.
Dengan begitu, pronunciation akan terbiasa digunakan dalam speaking sehari-hari.
Membedakan bunyi /f/ dan /v/ sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.
Kuncinya hanya satu:
Rasakan getaran di tenggorokan.
- /f/ → tidak ada getaran pita suara.
- /v/ → ada getaran pita suara.
Selain itu, pastikan posisi gigi atas dan bibir bawah sudah tepat.
Mulailah dengan latihan sederhana seperti fan–van, fine–vine, safe–save, dan life–live. Lakukan secara konsisten sampai telinga dan mulutmu terbiasa membedakan kedua bunyi tersebut.
Ingat, pronunciation bukan tentang langsung sempurna. Yang paling penting adalah berani mencoba, rutin mendengarkan, dan terus berlatih.
Mau Pronunciation Lebih Jelas dan Speaking Lebih Percaya Diri?
Belajar pronunciation akan jauh lebih efektif kalau kamu tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya dalam speaking sehari-hari.
Di Share-E Kampung Inggris Pare, kamu bisa belajar bahasa Inggris dengan lingkungan yang mendukung untuk meningkatkan kemampuan speaking, pronunciation, vocabulary, dan communication skills.
Jangan cuma tahu teorinya—praktikkan sampai lidahmu terbiasa!
📩 Yuk, mulai tingkatkan pronunciation dan speaking kamu bersama Share-E Kampung Inggris Pare.
DM atau hubungi Share-E untuk informasi program belajar bahasa Inggris!




